CATATAN RENUNGAN PERAYAAN HARI PENTAKOSTA JEMAAT BAHTERA
(Kisah Para Rasul 2:1-13)
Kisah Para Rasul 2:4 (TB) Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Kisah Para Rasul 2:1-3 (TB) Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
Setelah kita membaca dan mempelajari kitab (Kisah Para Rasul 2:1-13) bahwa betapa besar kuat kuasa Roh Kudus turun dan tercurah di atas para nabi-nabi dan rasul-rasul seperti tiupan angin memenuhi di dalam hati dan pikiran mereka. Seketika itu mereka pun berbicara dalam bahasa Roh lalu ada orang berkata kepada mereka bahwa mereka berbicara dalam berbagai bahasa karena mereka mabuk oleh anggur. Tetapi ternyata mereka berbica dalam bahasa Roh karena mereka di penuhi oleh Roh Kudus.
Pada moment perayaan hari pentakosta ini, kita pelajari beberapa bagian penting agar kita dipenuhi oleh Roh Kudus dan dipimpin oleh Roh Kudus setiap saat:
(1). Mempersiapkan hati bagi Roh Kudus.
Mengapa kita harus mempersiapkan hati kita? Yehezkiel 36:27 (TB) Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam BATINmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.
Sebeb hidup kita membutuhkan Roh Kudus untuk menjalani kehidupan kita di dalam dunia ini untuk melakukan segala ketetapan-Nya dan peraturan-peraturan-Nya sesuai kehendak-Nya.
Dengan Rohkudus yang telah di curahkan bagi kita adalah Roh yang selalu ada bersama kita dan Roh itulah menggerakkan dan mengajarkan kita untuk melakukan hal-hal yang benar dan melakukan Firman Tuhan.
Roh itulah yang mengajarkan kita untuk menolong orang-orang gila, orang pinggir jalanan untuk memberikan mereka makan dan minum serta memberikan mereka pakaian bahkan mengajarkan mereka tentang kebenaran Firman Tuhan.
(2). Roh Allah memimpin kita setiap saat.
Roma 8:14, 16 (TB) Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
Untuk melakukan buah-buah Roh di dalam kehidupan kita saat yaitu: Galatia 5:22-26 (TB) Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,
dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.
(3). Pekah untuk mendengar suara Roh Kusus.
Roh Allah selalu ada di dalam kita dan Roh Allah selalu bekerja sehingga Ia selalu berperan sebagi seorang guru yg mengajar kita hal-hal yang baik, dan Roh kudus berperan sebagai penghibur, penolong di dalam kehidupan kita setiap saat; Ia juga mengajarkan kita untuk menolong orang-orang gila untuk memberikan mereka makan dan minum serta saling menolong dan membantu antara sesama kita. Tanpa Roh Allah kita tidak hidup dan tidak melaku kebenaran Firman Tuhan. Oleh sebab itu, penting sekali kita haru mendengarkan suara Roh Kudus di dalam kehidupan kita setiap saat.
Dengan dengan demikian kehidupan kita pun juga dipenuhi oleh Roh kudus untuk saling menolong dan saling membamtu satu sama lain dan hidup kita untuk menghasilkn buah-buah Rohkudus di dalam kehidupan kita setiap saat.
Biarlah renungan ini berkat untuk kita sekalian. Amin.
Renungan Pentakosta ini disampaikan oleh Pdt. Samuel Edowai

Tidak ada komentar:
Posting Komentar